Home / Kabar Rakom / Pendidikan Gratis Bersama Learning Center SHK Lestari

Pendidikan Gratis Bersama Learning Center SHK Lestari

Pendidikan Gratis Bersama Learning Center SHK Lestari“Haree gene masih ada yang gratis” Setidaknya kalimat inilah yang sering terlontar ketika mendengar adanya Sekolah Gratis lebih tepatnya kursus gratis yang dikelola oleh para pegiat di SHK Lestari (Sebuah Organisasi Rakyat yang mengelola Kawasan Hutan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rahman) di desa Hurun Kecamatan Padang Cermin kabupaten Pesawaran.
Pembagian Sertifikat English & Coumputer Basic Primary Learning Center SHK Lestari

Sebetulnya gagasan sekolah gratis sudah dilaksanakan sejak pertengahan tahun 2006, Baru setahun kemudian pada tahun 2007 Microsoft menawarkan bantuan melalui lembaga Formasi Indonesia yaitu Program Internet untuk Petani, maka sekolah komunitas yang awalnya hanya ada 14 siswa kemudian menarik minat siswa lebih banyak terutama dari Putra putri petani setempat bahkan para pemuda petani yang tergabung sebagai pengurus maupun anggota Kelompok Sistim Hutan Kerakyatan (SHK) Lestari.

Hanya bermodal dua unit komputer (bantuan Microsoft) dan dua komputer jadul (pentium 3) dengan tekun Susilawati pengajar satu-satunya di sekolah komunitas SHK Lestari yang kemudian mejadi Comunity Training Center (CTC) SHK Lestari melakukan pendampingan dan bimbingan terhadap anak-anak dropout sekolah dasar maupun SMP hingga menempuh ujian akhir seperti layaknya lembaga-lembaga kursus yang bersertifikat.

Selama dua tahun lebih CTC SHK Lestari terseok-seok dalam perjalananya melaksanakan pendidikan kursus gratis, akibat tidak adanya suport yang berkelanjutan dari Microsoft sementara dari Dekominfo propinsi yang saat itu pernah menjanjikan akan memberikan bantuan sarana dan perlengkapan lainya berkaitan dengan program internet masuk desa tidak juga direalisasikan, akhirnya niat baik dari para perintis Sekolah untuk mewujudkan pendidikan gratispun gayung bersambut. Singkatnya ada yayasan dari jakarta yaitu YLI Foundation yang menawarkan Suport /bantuan untuk kegiatan sekolah gratis ini.

Awalnya memberikan bantuan dua Unit Komputer baru dan memberikan bantuan buku-buku bacaan untuk pedoman pembimbing maupun untuk keleksi perpustakaan dan sejak itu sekolah komunitas yang awalnya di kenal sebagai Comunity Training Center (CTC) SHK Lestari sekarang menjadi Learning Center SHK Lestari, tidak hanya sebatas sarana/peralatan ajar saja YLI Fondation memberikan bantuan nya, termasuk dari Rehab gedung yang saat ini dipergunakan sebagai tempat belajar hingga mensuport honor para pembimbingnya yang saat ini berjumalah tiga personil.

Kini Learning Center SHK Lestari tidak saja menjadi Tumpuan belajar kampung setempat, namun banyak siswa dari desa lain yang menuntut ketrampilan pengetahuan komputer dan bahasa inggris di sekolah komunitas yang berlokasi di Kampung Siliwangi Desa Hanura Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran ini semakin di kenal masyarakat luas karena menjadi salah satu lembaga pendidikan yang mampu memberikan pendidikan seutuhnya dengan gratis tanpa pungutan apapun.

Sesungguhnya patut diapresiasi dari kegiatan Learning Center SHK Lestari ini, tidak saja YLI Foundation sebagai lembaga yang konsen dan telah memberikan bantuanya selama ini namun juga para pegiat Learning Centernya dari para perintis dan pembimbinnya ditengah sulitnya pendidikan gratis yang selama ini hanya menjadi jargon pemerintah dan para politisi namun Learning Center SHK Lestari sudah merealisasikan apa yang diinginkan masyarakat sekitar khususnya dan masyarakat indonesia pada umumnya.

Bahasa Inggris dan Ketrampilan Komputer sebagai modal pengetahuan untuk menuju jendela internasional maka dari itu dua ketrampilan ini menjadi pilihan Learning Center SHK Lestari menjadi program belajar unggulan selain diajarkan juga tentang pengetahuan Jurnalisme komunitas/waraga tentang Broadcasting radio Komunitas dan pembuatan berita (Pers Release). Sudah barang tentu bukan sekedar gratisnya yanga menjadi alasan siswa untuk belajar disini namun suasana belajar yang terbangun disini yang membuat setidaknya ada 60 siswa aktif yang mengikuti kegiatan belajar mengajar merasa nyaman dan senang (admin-rglfm)

Sumber tulisan asli : rglfm.jrklampung.org

About wisnu ridho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 69 = 78